Blogger news

Pages

Rabu, 10 Maret 2010

Fiancailles

Bangga menyebutnya sebagai teman dekatku.namun,entah mengapa ia tiba tiba bertunangan dengan seorang asal Sumatera.dan tak lama kemudian,mereka memutuskan untuk menikah.aku pun lalu tak ambil pusing mendengar berita ini.aku malas datang ke acara pernikahannya.juga tak mau peduli ia pisah rumah dengan orang tuanya dan kini tinggal bersama dengan suaminya di kelurahan tak jauh dari tempatku tinggal.
Ternyata,aku bukanlah satu satunya orang yang dipermainkan dengan yang namanya tunang-tungangan.adalah teman pesantrenku.sebut saja L.dia memang jatuh cinta dengan teman pondok sebelah.kebetulan,mereka berdua berasal dari keturunan kiai terkemuka di daerahnya.awalnya,akulah yang mengetahui pertama kali tentang hubungan mereka.akan tetapi,semua anak pesantren bisa dipastikan telah tahu rahasia tersebut sekarang.
Tahukah kamu,dampak macam apa yang terjadi sebagai tindak lanjut ketertarikan antara mereka?gara gara si L sering mengajar di TPQ, perempuan asal Magelang itu juga ikut ikutan rajin mengajar TPQ.inilah cinta.apapun akan dilakukan demi bertemu dengan belahan hatinya.malah ada yang sesumbar kalau aktivitas apapun di GSG Al Amin,terlebih yang melibatkan kehadiran santri putri,itu merupakan ajang temu kangen antarsantri.cieee...
Tapi,L tiba tiba bercerita kepadaku saat kita pulang kampung bersama waktu aku ijin pulang dari KKN.Ia mengatakan,perempuan yang hatinya tertambat kepadanya itu telah bertunangan dengan salah seorang anak dari kiai besar di Jawa Timur.awalnya ia menolak dengan alasan belum pernah bertemu sebelumnya,apalagi jatuh cinta kepada laki laki itu.namun atas nasehat dari abah kyai,akhirnya hati perempuan tersebut meluruh.barangkali,keduanya sekarang sudah akrab.tinggallah si L sendiri.
Aku merasa memiliki banyak persamaan dengan si L.tentang teman dekat kita yang telah menjadi fiancailles (fy0ñseiye,bhs Perancis= tunangan) dengan orang lain.bukan kita.kemudian aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.bagaimana perasaanmu sekarang?
Dia menjawab,"Saya merasa dia bukanlah jodohku.namun saya yakin,suatu saat Allah akan memberikan gantinya untuk saya.dari jalan yang tak saya duga sebelumnya.saya yakin karena saya tahu Allah tak pernah tidur".
Subhanallah...

The Field

Lahan itu dulunya adalah daerah persawahan.ada kalanya tanaman padi ditanam di sana,yang dirawat dengan sepenuh hati oleh petani petani setempat.diairi melalui irigasi parit yang bersumber dari tempat pemandian pesantren.tak hanya padi saja.ada kalanya ditanami jeruk jika musim kemarau tiba.selain itu,pernah juga kujumpai tanaman kangkung hampir memenuhi seluruh areal persawahan.aku jadi teringat.waktu aku kecil dulu,aku pernah diajak bulikku untuk membeli 2 ikat kangkung di tempat itu.penjualnya tak lain adalah teman bulikku.tak ayal,harga satu ikatnya Rp 350.beberapa rupiah lebih murah daripada dijual kepada orang lain di pasar.kemudian kangkung itu dimasak menjadi hidangan oseng oseng.nikmat sekali.sekaligus menjadi menu favoritku waktu itu.terang saja,aku belum memiliki pengetahuan tentang bahan dasar tersebut yang ternyata menurut penelitian dapat menyebabkan kantuk.
Tapi,sebagaimana teori yang telah disebutkan dalam wacana pembangunan,bahwa pertambahan jumlah penduduk menyebabkan berkurangnya lahan pertanian.sebab lahan tersebut dialihfungsikan menjadi perumahan.
Betul.terjadi perubahan yang pada dasarnya aku tak menyukainya.tempat tersebut sekarang telah ditimbun dan sekitar 4 rumah sudah berdiri.setiap sore,selalu ada anak anak kecil yang bermain main dengan senangnya.bapak bapak dan anak muda yang nongkrong di warung mie ayam sambil menikmati cerutu.maupun ibu ibu yang meninabobokkan bayinya di dangau kecil di atas kolam tengah sawah.padahal,dahulu kala,lahan itu selalu sepi oleh aktivitas manusia.hanya burung burung sawah yang mewarnai pemandangan sejauh mata menatap.namun semuanya tinggallah kenangan.

Permanent Morning

Sengaja aku meliburkan diri dari dunia perkuliahan sejenak.menikmati keberadaanku di rumah.tempat di mana aku dibesarkan.sambil menatap sebuah pondok pesantren yang berusia puluhan tahun,tepat di depan rumahku.masih sepi dan berkabut.dulu pernah ada warung pesantren yang menjual segala kebutuhan sehari hari santri.menjelang jam jam masuk sekolah atau jam makan siang dan malam,warung itu buka dan banyak anak yang berseliweran untuk mengisi perut kosong mereka.aku tersenyum melihat anak MTs yang menjadi penjaga warung itu.ia terlihat sigap dan tetap mempertahankan sikap ramah dan bersahabat terhadap pembeli.terdengar juga santri mencuci perabotan dapur dan beras.suara air yang keluar dari kran terdengar sangat keras.
Menjelang waktu dhuha seperti ini,pesantren dan warung itu sepertinya sepakat untuk menciptakan suasana sunyi.sungguh senyap.beberapa tahun yang lalu,ada yang bisa dinikmati dari kondisi seperti ini.kini,semuanya membisu.

Purworejo

Tengah malam,ada yang perlu diketahui dari sebuah kota tua yang bernama Purworejo.kota yang sudah berumur lebih dari 1100 tahun ini barangkali tak ubahnya dengan kota kota lain.takkan pernah mati walaupun tengah malam telah terlalui.namun,aku hanya menulis catatan ini sekedar untuk mengisi waktu luangku.di tengah perjalanan malamku,melewati alun alun Purworejo,Pasar Baledono,stasiun,terminal dan tempat tempat lainnya yang dapat menegakkan bulu romaku seperti di reruntuhan Bioskop Bagelen.
Aku tengah berada di sebuah gasebo,beberapa jam setelah hujan lebat mereda.suasana pun lembab,namun tak begitu dingin.kulihat di sekelilingku.masih banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangannya.warung tegal juga masih banyak yang berdiri.terutama di sebelah barat dan timur alun alun.tengah malam ini pun diwarnai dengan gelak tawa pemuda yang berkumpul.sebagian dari mereka merokok,memainkan ponsel maupun melayani pembeli yang sedang kelaparan.
Beberapa sudut gasebo terkadang jadi tempat penginapan sementara bagi tunawisma.jangan heran kalau banyak gelandangan di sini.beberapa tahun yang lalu,muncul selentingan kabar kalau kota berirama ini menjadi tempat pembuangan gelandangan dari kota kota sekitarnya.seperti Magelang,Kebumen,Wonosobo dan kota kota kecil sekitarnya.entahlah mengenai kebenaran berita itu.
Inilah Purworejo.kota tua yang tak pernah mati meski akan muncul datangnya pagi.

Selasa, 09 Maret 2010

Jalan

Hamba-Mu ini memang bukanlah 'abdul yang taat beribadah.namun,Engkau masih memberikan kenikmatan yang luar biasa kepadaku.
Hamba seringkali melanggar larangan-Mu.namun,Engkau masih mengabulkan permintaanku.
Hamba tak jarang lalai untuk menghadap-Mu lima waktu dalam sehari.namun Engkau selalu ada di dekatku saat aku membutuhkan-Mu.
Hamba belum juga memahami ajaran-ajaran-Mu yang disampaikan melalui nabi mulia-Mu.namun,Engkau tak ragu ragu menjawab doaku dalam waktu yang tepat.
Hamba terlalu sering melewati malam-malam saat Engkau turun ke dunia untuk menyapa makhluk-makhluk-Mu.dalam doa mereka,Engkau disebut dan bangga luar biasa terhadap mereka.namun,hamba memilih tidur hingga datangnya fajar.
Dan Engkau masih menyayangiku.
Tak hanya dalam ucapan,hamba ingin membuktikan bahwa cinta terbesarku hanyalah untuk-Mu.
Akan tetapi,hamba belum tahu jalan yang harus ditempuh.
Ya Allah,hamba-Mu meminta,tunjukkanlah jalan bagi aku dan keluargaku agar kami dapat menikmati indahnya mencintai Dzat Yang Maha Mulia.
Yaa Majiid,tsabbit qolbinaa 'alaa diinika.

Oh Pak Kyaiku...

Beliau memang bukan ayah kandungku.namun harus kuakui bahwa aku sungguh mencintainya...

Bapak Drs.H.Ibnu Mukti Spd.beliau sesungguhnya asli Yogyakarta.dan sekarang menetap di Purwokerto sambil membuka pondok pesantren yang aku tempati sekarang.sambil menjadi kyai terkemuka di tempat tersebut,beliau sekaligus menjadi dosen Bahasa Arab di STAIN Purwokerto.beliau jualah yang mbabat alas dan memperbaiki moral penduduk sekitar yang dulunya sering berbuat maksiat yaitu gemar minum minuman keras.
Oh pak kyaiku.kesan pertamaku terhadap beliau memang sedikit kurang menyenangkan.beliau adalah tipikal orang yang keras.karakteristik ini sangat jelas nampak saat ngaji sorogan/ setoran Al Qur'an atau Juz 'Amma.bagi yang sudah diajari ngaji berkali kali tapi belum bisa juga,biasanya abah (begitu bapak kyai disebut) tak segan segan lagi menampar pipi anak tersebut atau memukul tangan anak itu dengan rotan.mulanya aku shock,apakah aku dapat beradaptasi dengan model pembelajaran seperti ini?
Ternyata jawaban itu sudah kutemukan tak lama setelah kuajukan pertanyaan tersebut.sangat bisa,bahkan aku sangat menyukainya.entahlah,dari mana aku dapatkan jawaban seperti itu.akan tetapi,aku sungguh cinta dengan abah dan pesantrenku itu.kedekatan batin antara abah dan aku dapat kurasakan hingga sekarang.
Mungkin karena aku dari Purworejo dan beliau dari Yogyakarta ,di mana kedua kota ini memiliki persamaan dialek bahasa,sehingga abah lebih sering berbahasa halus terhadapku dibanding dengan teman temanku yang berasal dari daerah berbudaya banyumasan.beliau tak pernah memukulku,menamparku,memarahiku.namun,beliau selalu mendukungku.aku sudah tak malu malu lagi untuk mengutarakan keinginanku kepada beliau,tanpa mengurangi rasa hormatku.kalau ada masalah pondok,aku pun mengadukannya kepada beliau.
Yang paling berkesan bagiku adalah,beliau dua kali menyebutku 'tampan' selama aku menjadi santrinya.pertama,saat aku mengikuti kerja bakti bersih lingkungan pondok.mungkin karena aku jarang memegang sabit dan aku nekat menggunakannya untuk memotong rumput,abah melihat kejanggalanku dalam mengoperasikan alat itu.beliau pun berkata, "Waduh waduh,ojo koyo ngono.bagus bagus nek ora duwe tangan piye?".aku lalu hanya bisa tersenyum mendengarnya.
Kedua,saat pengajian subuh di masjid.kebetulan aku duduk di belakang sendiri.beliau sedang menjelaskan tentang anak sebagai karunia Allah yang patut disyukuri.tiba tiba abah mengambil contoh aku,"Kae,sing njagong pojok dhewe,Agus.bagus bagus nek dikersaake Gusti Allah ora duwe anak,yo ora bakal duwe anak.umpamane...".lagi lagi aku tersanjung atas pujian itu.
Abah,begitu banyak ilmu agama yang engkau berikan kepada kami.terima kasih atas ilmu yang engkau tanamkan dalam kalbu kami sehingga kami tak tersesat dalam mendapatkan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.aku janji akan berpegang teguh dengan keyakinan ini sampai nanti aku mati.

Senin, 08 Maret 2010

Iris

Meskipun aku ga terlalu intens dengan mata pelajaran IPA,aku tak akan segan memasukkan istilah istilah ilmiah ke dalam kehidupanku.tak terkecuali dalam wacana di blogku ini.
Iris.kata ini memang berhomonim.bisa berarti memotong sesuatu dengan pisau tipis tipis,namun dapat berarti pula salah satu organ pada indera penglihatan kita yang menyebabkan warna mata kita dapat berbeda beda dengan orang orang di belahan bumi lain.orang Afronesia,Melanosoid,China dan Solomon memiliki warna mata yang gelap,semacam hitam dan coklat.sedangkan penduduk Eurasia,Amerika dan Alaska,mempunyai warna mata yang lebih menarik,hijau,biru,abu abu atau hazel.indahnya ciptaan Tuhan,bukan?
Juga tak asing lagi jika orang orang Indonesia tertarik merubah warna mata mereka.melalui kontak lens,impian tersebut bukanlah menjadi hal yang sulit diwujudkan.teman teman kampusku banyak yang memakai kontak lens.mayoritas dari mereka memang perempuan.ini memang bukan hal yang aneh lagi.karena perempuan memang ditakdirkan menjadi makhluk yang suka mempercantik diri.
Hanya,aku sedikit tertawa geli melihat polah tingkah mereka.niat mereka mungkin menarik,membuat mata mereka tampil beda dan nampak berbinar.tapi,janggal tidak sih?mata biru tapi berkulit cokelat gelap dan berbicara dengan logat ngapak yang sangat khas itu?
Ya hitung hitung lenong gratis di kampus ya ;-)
Lalu,apa hubungannya denganku?tertarik memakai kontak lens?
Hahaha...tak sampai segitunya.tak sampai selebay itu.
Namun,andaikan ada lensa mata merah disertai eyeliner hitam di sekeliling mata,sepertinya ide ini akan menarik jika dicoba :-)
Apa lagi kalau bukan terinspirasi oleh penampilan Jane (Dakota Fanning) dalam film New Moon?gadis cantik yang tampil imut dan menawan dalam setiap film drama maupun serial TV Amerika yang dibintanginya itu,berubah menjadi sesosok vampir bermata merah.dalam film hasil adaptasi novel karya Stephanie Meyer itu,dia digolongkan dalam kelompok Volturi.sebuah sekumpulan drakula yang berada di Italia,bertugas untuk membunuh para vampir dengan cara mematahkan leher.nah,Jane bergabung dalam kelompok ini.menyeramkan memang.andaikan dia Chikita Meidy dalam versi Indonesia-nya,maka ia bermata merah,berwajah pucat,lengkap dengan riasan hitam legam di kelopak matanya.
Bagaimana dengan style ini?boleh juga dicoba...wkwkwkwk