Blogger news

Pages

Kamis, 30 September 2010

Woow...Your Students Must Be Very Smart!



Jika kita lihat di berita, banyak yang memberitakan bahwa anak-anak Indonesia selalu berprestasi dalam Olimpiade pendidikan, seperti Olimpiade matematika, Olimpiade fisika dan sejenisnya. Hal ini menunjukan bahwa anak-anak indonesia tidak kalah kepintarannya dengan anak-anak lain di dunia.

Tapi timbul pertanyaan, mengapa perkembangan teknologi kita berjalan lambat? Banyak jawaban dari pertanyaan itu salah satunya adalah sistem pendidikan yang kurang baik, walaupun demikian kemajuansistem pendidikan kita berjalan cukup lancar, kemungkinan kebangkitan industri kita akan berlangsung 25-50 tahun yang akan datang.

Beda dengan Sekolah Finlandia, selalu mencapai peringkat tinggi dunia dalam pendidikan dunia, meski murid di negara Eropa tersebut menjalani jam belajar paling singkat di kalangan negara maju.

Tahun lalu, sebanyak 100 delegasi dan pemerintah asing berkunjung ke ibukota Finlandia, Helsinki, dengan harapan belajar dari rahasia keberhasilan sekolah di negara tersebut.

Pada tahun 2006, murid sekolah Finlandia mencatat prestasi rata-rata tertinggi di bidang sains danmembaca di jajaran negara maju.

Untuk ujian standard OECD, bagi siswa kelompok usia 15 tahun, PISA, mereka juga menempati peringkat kedua di matematika. Mereka berada di belakang siswa di Korea Selatan.

Finlandia menggunakan filsafat pendidikan yang menyatakan setiap orang memiliki sesuatu untuk disumbangkan dan mereka yang mengalami kesulitan di mata pelajaran tertentu semestinya tidak ditinggalkan.

Suatu taktik yang diterapkan dalam hampir setiap mata pelajar adalah pengerahan guru bantu yang ditugasi untuk membantu murid yang mengalami kesulitan di mata pelajaran tertentu. Meski demikian, siswa ditempatkan dalam ruang kelas yang sama, tanpa memandang kemampuan mereka dalam pelajaran tersebut.

Menteri Pendidikan Finlandia, Henna Virkkunen, bangga akan catatan prestasi negaranya, tapi sasaran berikut yang dia hendak capai adalah menyasar para murid paling cemerlang.

Menurut OECD, anak-anak Finlandia memiliki jam belajar paling pendek di jajaran negara maju. Ini mencerminkansisi penting lain bagi pendidikan Finlandia.

Persekolahan tingkat dasar dan menengah digabung, sehingga murid tidak perlu berganti sekolah pada usia 13. Dengan cara ini, mereka terhindar dari masa peralihan yang bisa menganggu dari satu sekolah ke sekolah lain.

Ibu guru Marjaana Arovaara-Heikkinen yakin mempertahankan murid yang sama selama beberapa tahun juga mempermudah tugasnya.

“Saya seperti tumbuh dengan anak-anak saya sendiri. Saya melihat masalah yang mereka hadapi ketika mereka kecil. Dan, kini setelah lima tahun, saya masih melihat dan memahami perkembangan yang terjadi dalam masa muda mereka, langkah terbaik yang mereka bisa lakukan. Saya katakan kepada mereka saya seperti ibu sekolah mereka”, tuturnya.

Anak-anak di Finlandia baru mulai menjalani sekolah utama pada usia tujuh tahun. Gagasan bahwa sebelum itu mereka belajar paling efektif ketika bermain dan menjelang mereka akhirnya bersekolah mereka juga bersemangat untuk mulai belajar.

Jasa Orang Tua
Para orang tua Finlandia jelas memiliki andil atas prestasi sekolah yang mengesankan. Ada budaya membaca di kalangan anak-anak di rumah dan keluarga harus mengadakan kontak berkala dengan guru anak mereka.

Mengajar adalah karir prestisius di Finlandia. Guru sangat dihargai dan standar pengajaran tinggi.

Keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia tampaknya juga ditunjang budaya. Anak-anak belajar dalam suasana yang santai dan informal.

Finlandia mencatat arus imigrasi kecil. Jadi, ketika murid mulai belajar di sekolah, sebagian besar adalah penutur asli bahasa Finlandia dan ini menyisihkan hambatan yang sering dihadapi oleh masyarakat lain.

Keberhasilan sistem ini ditopang gagasan bahwa less can be more atau sedikit bisa jadi lebih banyak. Ada penekanan untuk menjadikan sekolah yang santai dan bebas dari resep-resep politik. Kombinasi, menurut keyakinan orang Finlandia, berarti bahwa tidak ada anak yang tertinggal.

Wah, menurut ane merupakan artikel yang bagus....semoga negara kita bisa lebih baik lagi dalam bidang pendidikan...dan saya setuju mengenai pernyataan bahwa "Ada penekanan untuk menjadikan sekolah yang santai dan bebas dari resep-resep politik
"...ya itu lah pendapat dari saya..."


Sekarang,aku ingin bercerita tentang guruku yang pernah mengikuti konferensi guru internasional di Helsinki,Finlandia.Nama beliau Nikmah Nurbaity.beliau sempat ditanyai mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia.dia menjawab dari segi peraturan dan lama belajar sekolah Indonesia.''Kami (sekolah sekolah Indonesia) biasa masuk jam 7 pagi.sebagian sekolah ada yang masuk jam 06.30.sedangkan waktu selesai KBM jam 2,bahkan sebagian sekolah ada sampai jam 4 sore.''
Para guru dari daratan Eropa itu terkejut bukan main.mereka terpana mendengar pernyataan kalau waktu belajar di Indonesia yang sangat lama.kemudian,mereka nyeletuk.''Woow...murid murid anda tentu sangat pintar''.
Bu Nikmah hanya tersenyum simpul waktu itu.

Rabu, 29 September 2010

01062006,When I Was Stupid


Lembaran lembaran itu terkesan lusuh karena sering dibuka.dibolak balik beberapa kali untuk mencari memori memori indah yang tersimpan di dalamnya.halamannya pun penuh dengan tulisan latin.aku jadi teringat,tahun ketigaku di SMP aku pernah mengikrarkan diri untuk terus menulis latin dan menggunakan gaya tulisan itu di setiap hal tulis menulis apapun itu.dan seluruh buku harianku penuh dengan tulisan itu.ada sebagian temanku yang mengagumi dan ada pula yang memprotes.kata mereka yang memprotes,membuka buku catatanku ibarat melihat cacing kepanasan yang sedang antri sembako (kurasa mereka belum dapat menemukan perumpamaan yang lebih buruk dari itu...hahaha).bahkan,dosen Inggrisku mengkritik tulisanku 'illegible' alias sulit dibaca.namun,apapun pendapat mereka,jenis tulisan ini bermakna tetap dalam bagiku =)
Aku menulis tentangnya sekitar 4 tahun yang lalu.menulisnya dengan semangat anak muda yang sedang bermain main api cinta.
01062006.waktu itu,aku sedang terobsesi dengan seseorang.dengan obsesiku itu,aku rela menghabiskan waktu berjam jam untuk menulis tentang dirinya.menulis kegiatan harian,cerpen,puisi (dan kemudian kujual benda benda itu ke majalah sekolah.tentu saja dapat honor lumayan).tak cukup satu,dua buku.yang pastinya lebih dari tujuh buku.dalam buku yang semuanya bergenre cinta gila gilaan itu,aku bercerita banyak tentang seseorang yang membuat hari hariku semakin tak waras saja.kadang kadang ketawa sendiri dalam sepi,termenung dalam pikiran yang menggantung,ngalamun,dan hal hal tak jelas lainnya.
Waktu itu,aku dan Mas Eman sedang menebang rumpun bambu yang dirasa sudah mulai mengganggu pengguna jalan.tiba tiba dari arah timur,ada seseorang yang berjalan sendirian.cara berjalan dan wajahnya nampak canggung,mungkin karena ada aku di pinggir jalan dengan saudaraku itu.begitu pula aku.akan tetapi,aku rasa saat inilah waktu yang tepat.kalau bukan sekarang,kapan lagi?
Aku menegurnya.berbasa basi dia kelas berapa sekarang (padahal aku sudah mengetahuinya) sekaligus (sok) bertanya dia akan melanjutkan di sekolah mana.2 pertanyaanku tadi hanya dijawab sederhana olehnya.''Tigo'' dan senyuman simpul.nampak jelas raut mukanya memendam malu luar biasa melihatku mengajaknya bicara.mukanya memerah dan tampak jelas karena wajahnya sangat putih.
Dia pikir,hanya dia yang salah tingkah?meskipun ia telah berlalu dari hadapanku,gemuruh hatiku tak mau berhenti juga.aku sudah menunggu 8 bulan lebih untuk bisa bercakap cakap dengan lawan jenis yang aku cintai seperti tadi.sekali bercakap,aku pasti salah tingkah.hahaha...itulah aku.yang jelas,berhadapan dengan perempuan yang kucintai jauh lebih menakutkan dibanding guru perempuan matematika SMP-ku.
Hingga kini,aku masih heran dengan diriku sendiri.ternyata 4 tahun yang lalu,aku masih nampak seperti cowok culun yang amat sangat teramat takut bicara dengan seseorang yang amat sangat teramat kucintai.benar benar bodoh!

Selasa, 28 September 2010

The S__t You Hear About Me

Gila! Sableng! Tak waras! Edan! Kenthir! Owah! Sudo! Miring! Krezy!

Aku kemarin ikut gabung grup facebook.sebuah grup yang kukenal karena teman luar negeriku juga bergabung dalam grub tersebut sehingga notifnya muncul di home-ku.namanya rada aneh,''The shit you hear about me might be true.but then again it'll be as fake as bitch who told you''.
Jujur saja.aku langsung ngakak baca judulnya saja.judul itu kurang lebih berarti ''omong kosong yang kau dengar tentang aku mungkin saja benar.tapi kemudian kamu akan tahu bahwa itu palsu/ ga bener,sepalsu wanita jalang yang mengatakannya kepadamu''.
Dipantau dari judulnya saja,grup itu memang tak mendidik sama sekali.apalagi dari judulnya saja,kentara sekali aksen Amerikanya yang hobi berkata kasar.bagaimana tidak?secara tekstual,shit berarti kotoran.sedangkan bitch dalam bahasa kita sering disebut WTS atau pelacur.uju buneee...
Sangat parah memang kedengarannya.namun,jangan dikira grup itu ga bermanfaat lo.hah??
Separah parahnya grup ini,tentu saja masih ada sisi positifnya jika kita pandai pandai mencari tau.
Grup ini mengajarkan kepada kita agar kita tak terlalu mengambil pusing terhadap perkataan orang lain yang menjelek jelekkan kita.kalau kita tidak jelek dan salah,ngapain kita ikut ikutan stres?
Bukankah hidup ini terlampau singkat dan indah jika hanya untuk dihabiskan buat memikirkan 'bitch' yang selalu membuat kerusuhan ga penting dalam hidup kita?
Akhirnya,aku menemukan wiseword bagus untuk mengimbangi parahnya judul itu.
''terserah mereka mau berkata apa.yang penting,aku sudah menjalani hidupku dengan benar''.

Senin, 27 September 2010

Couple


Aku hanya tersenyum.bahkan hatiku sebenarnya tertawa ketika melihat teman temanku yang mengupdate status di facebook atau mendengarkan langsung bahwa mereka mendambakan pasangan hidup yang ideal.mereka ingin pasangan yang tampan,cantik,pintar,sopan,berbudi baik,jujur,sabar dan sifat sifat baik lainnya.membayangkan betapa indahnya dunia andaikata mereka berhasil memperoleh pasangan yang diharapkannya itu.lalu mengapa?salahkah?
Tentu saja tidak.berharap semacam itu bahkan hak setiap orang untuk mendapatkan yang terbaik untuk diri mereka dan masa depan merekasendiri.masalahnya,bukankah ada pola absolut dalam mendapatkan kriteria pasangan hidup?
Ngomong ngomong,apa itu pola absolut?
Itu adalah semacam prinsip kepastian dan dapat diyakinkan kebenarannya dalam hal mendapatkan semua yang kita inginkan,termasuk perkara jodoh.kalau orang tipe A pasti dapat jodoh tipe A,tak mungkin nyasar sampai ia dapat jodoh tipe B atau C.begitu juga sebaliknya.dalam kitab suci,disarikan bahwa pezina laki laki untuk pezina perempuan,dan keduanya diharamkan bagi orang mukmin.
Tenang saja.ini bukan membahas satu agama saja.pola absolut ini bisa diterapkan di agama manapun dan kepercayaan apapun.
Bagaimana memahami pola itu?kitab memberi contoh yang amat keras,pezina.Ya,itu hanyalah salah satu contohnya.''aku kan bukan pezina,berarti pola absolut itu tak berlaku donk bagiku?''
Enak aja.coba bayangkan ilustrasi berikut ini:
Bagaimana kita mendapatkan pasangan yang jujur kalau kita selalu berbohong kepada orang tua kita soal kondisi keuangan?
Bagaimana kita bisa mendapat pasangan yang rajin lagi tekun jika kita malas bangun pagi dan malas pula membantu orang tua?
Bagaimana kita memperoleh pasangan yang sabar dan tabah sedangkan kita selalu mengeluh terhadap cobaan yang datang kepada kita?
Sekarang,sudah menemukan kunci jawaban dari pola absolut di atas,bukan?kuncinya memang mudah.prakteknya itulah yang sulit.itulah sebab mengapa mendapatkan jodoh ideal bukanlah perkara mudah.
Jika anda memiliki konsep pemikiran yang sama dengan saya,maka kesimpulan yang dapat ditarik dari wacana ini adalah seperti apa diri kita kini,maka seperti itulah pasangan kita esok.atau dengan kata lain,diri kita adalah cerminan yang dapat diperkirakan secara langsung,bagaimana tabiat dan perilaku pasangan kita nanti.
Point utama dan mendasarnya yaitu,kalau mau mendapat jodoh yang ideal,idealkanlah diri kita sendiri.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 26 September 2010

Learning by Having Fun


Benar juga kata temanku,Agus Tegal (temanku yang satu itu memang dari Tegal dan selalu minta dipanggil Agus Cakep.kalau aku suka dipanggil Agus Ganteng...asto kiwo...).dia pernah berkata,kalau sudah memegang ponsel agak canggihan dikit kemudian disodori tabloid ponsel terbaru,pasti bawaannya pengin beli ponsel baru lagi.aku pun merasa demikian.tapi,tentu saja aku punya alasan tersendiri.bukan hanya mejeng pamer barang bagus di depan orang lain.

Aku menjumpai teman temanku memiliki laptop.hampir setiap kamar pesantren,setidaknya ada dua hingga tiga laptop.namun,apa yang mereka lakukan dengan barang 14 inci itu?tiap pagi dan malam,aku hanya mendengan desingan peluru dan suara balapan mobil dari laptop mereka.hal ini bukan berarti aku melarang mereka bersenang senang dengan barang milik mereka sendiri.itu hak mereka.namun,mengapa orang yang tak memiliki laptop,jauh lebih cerdas dibanding mereka yang berlaptop?
Ini adalah pertanyaan retoris.tak perlu jawaban.tapi,kalau berhenti sampai di sini,buat apa aku nulis postingan ini?
Sederhana saja,mereka belum mampu memaksimalkan fungsi fasilitas yang mereka punyai.bukankah di lantai 3 pesantren ada koneksi WiFi? Tapi apa daya,yang mereka buka hanya Facebook dan Facebook dengan fasilitas semewah itu.sedikitpun tak mau mencari bahan bahan bacaan sesuai minat mereka.kecuali kalau ada tugas kampus.inilah jaman teknologi canggih,kita pun dikendalikan oleh teknologi.bukannya mengendalikannya untuk memajukan kapasitas otak kita.

Kembali ke topik awal kita di atas,menurutku memiliki laptop memang penting juga.aku pun berencana membelinya meski hanya sebatas notebook.tapi bagiku,ponsel jauh lebih penting.lho?
Dengan ponsel,aku merasa dunia ada di genggamanku (indahnya bermain bahasa hiperbola...hahaha).bagaimana tidak,informasi apapun bisa aku akses di manapun dan kapanpun.sekarang coba,mana ada orang bermain laptop di WC?padahal (menurut legenda yang berkembang) ide ide brilian sering muncul di tempat sempit itu.entah itu rencana hidup,ide karya tulis,ngeblog,bagi bagi cerita ma orang lain,ide drama dll.namun,sekaku itukah? Tidak juga.bohong besar kalau aku tak membuka akun Facebook ku tiap saat lewat ponsel.dusta besar jika aku tak bersenang senang dengan mp3 mp3-ku jika merasa kesepian.(kebetulan aku bukanlah gamer sejati dan aku bersyukur karena itu).point pentingnya,bukankah kita dapat bersenang senang sambil belajar? contoh sederhana dariku,kalau aku tak punya lagu dari Miranda Lambert,penyanyi country Amerika,aku tak akan tahu makna 'repent' dan 'trespass'.aku lalu hanya mengadukan dua kata janggal ini kepada pocket dictionary yang sudah dibenamkan dalam aplikasi ponselku.sangat mustahil jika aku sempat melakukan ini dengan laptop,apalagi di dalam WC atau di dalam bus.
Tanpa Facebook dan Blogger,aku pun bisa saja melalaikan Tuhanku.sebab aku sudah memfollow group Holy Qur'an dan Muhammad My Idol dalam akun Facebookku yang setiap saat mereka mengupdate status yang berguna untuk meneguhkan iman.juga aku tak akan mendapatkan pembelajaran bahwa ''sesungguhnya teman temanmu sekarang ini kelak akan menjadi sainganmu nanti.kalau kau tak belajar sungguh sungguh,mereka akan mengalahkanmu dalam segala hal'' kalau aku tak punya 2 jejaring sosial itu.
Bukankah anak muda jaman sekarang harus gaul.gaul yang berarti tidak gaptek.tidak gaptek dalam artian mampu memadukan antara menguasai teknologi dan mengambil manfaat darinya.kalau teknologi hanya dijadikan sebagai kesenangan semata,kasihan sekali?

Jumat, 24 September 2010

This Used To Be My Playground



Malam ini,aku menghadiri acara khoul di pondok pesantren depan rumahku.waktu aku dan sahabat dekatku memenuhi undangan,acaranya belum dimulai.beberapa orang berpakaian gamis nampak berdiri di halaman depan sebagai penerima tamu.ada pula yang sibuk menyiapkan makanan,tempat duduk,tempat pengajian dan menata motor yang diparkir sembarangan.kulihat cuaca yang lembab habis disiram hujan,memunculkan kabut yang melayang tipis di halaman masjid.namun aku yakin,meskipun hawanya dingin seperti itu,tak menyurutkan animo tamu undangan.apalagi sebabnya selain bapak kyai langsung yang punya hajat?
Saat acara dimulai,aku duduk di luar bersama temanku dan bapak bapak (rasanya,aku tamu termuda di situ).aku tatap setiap pojok ruangan pesantren.ingatanku seakan ditarik flashback melihat tiap sudut bangunan yang sudah ada sejak jaman Jepang itu.dulu,sewaktu umurku belum menginjak 9 tahun,aku suka sekali bermain di lingkungan pesantren ini bersama para gus (gus= sebutan yang ditujukan kepada putera kiai) seperti gus 'Ilmi,Ahil,Wafi,Baha',dan Hamid.kita biasanya main mobil mobilan dari gedebog pisang di lapangan pesantren yang berdebu.membuat kolam sehabis hujan di depan rumah Mbah Badar,mencuri mangga dan jambu air di depan rumah pak kyai Dawud Masykuri.mengacak acak dapur pesantren dan membakar sampah serta buku agama.bermain di lorong lorong pesantren dan tempat jemuran.menggoda santri putri yang baru selesai mandi di mbelik (kolam kecil yang tertutup).dan yang paling heboh hingga kuingat sampai sekarang,kita pernah mengendap endap ke kamar mandi untuk mengintip bu nyai mandi.bangunan semi permanen itu ternyata menyisakan lubang bekas peralon yang hanya disumpal plastik deterjen.jika sumpalan itu dilepas,tampaklah pemandangan yang menjadi tujuan kita.waktu itu,bu nyai masih muda sehingga menjadi panorama yang tak begitu menjengkelkan.anehnya,perbuatan kriminal ini dilakukan karena aku diajak oleh seorang gus.astaghfirullahal adzim...
Dan pesantren itu pun kini berubah.hanya mempertahankan bentuk konstruksi bangunannya sekaligus kaligrafi tembok khas yang diambil dari Qur'an Surat Ali Imron 169.selebihnya,penggantian warna cat tembok dan penambahan ruangan,sekiranya faktor lumrah mengingat makin banyaknya santri yang datang dari tahun ke tahun.
Saat acara khoul menjelang usai,aku melihat keakraban para santri dalam mensukseskan acara tersebut,menerbitkan rasa sesal yang tiba tiba membuncah dalam hati kecilku,''Mengapa aku tidak menjadi santri sejak dulu?''

Out Of Box


Sebuah konsep yang telah dicetuskan oleh para ahli pengembangan diri (self development expert).ide ini memang bukanlah hal baru dan saya maklum banyak pembaca yang bisa menebak dengan mudah arah tulisan ini.akan tetapi,andai tak dipublish di sini,saya yakin akan banyak yang lupa mengenai dahsyatnya model pemikiran ini.
Out of box atau dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan secara general menjadi berpikir di luar kotak kebiasaan.atau bahasa mudahnya,berpikir lain daripada yang orang lain pikirkan.apabila diderivikasikan atau diturunkan sekaligus dipadatkan (hehe...ribet pisan ieu teh bahasana.kumaha?),konsep canggih ini disingkat menjadi: jadilah kreatif!
Adalah sebuah contoh klasik tentang lukisan anak SD.Apabila mereka disuruh guru untuk menggambar,mereka pasti melukis 2 gunung kembar,ada jalan raya membelah keduanya,ada matahari di antara gunung itu dengan sinar konyolnya.lukisan itu dilengkapi petakan sawah,pohon pohon dan tak lupa burung camar yang terbang bebas di atas kedua gunung.komposisi gambar ini adalah box yang sudah mendarah daging di masyarakat kita.bahkan adik adik kita pun sepertinya tak sadar (ya iyalah.mereka kan belum dewasa.maksudnya...) kalau mereka sedang disetting untuk menjadi box yang pasaran.na'udzubillah.
Kalau kita punya anak nanti,cobalah kita mensetting mereka agar menjadi generasi out of box.masih berkaitan dengan contoh di atas,saat mereka akan melukis gambar pemandangan,mintalah mereka menggambar laut dengan pohon kelapa melambai lambai di kanan kirinya.ada kapal nelayan,matahari terbenam,susunan awan sore dan camar laut.beda dan menyenangkan dipandang 'kan?tak membosankan.
Apabila mereka menampilkan bakat menggambar,lukisan panorama dapat mereka deskripsikan melalui gambar pak tani yang membajak sawah dengan kerbaunya.sebagai latar belakang,ada gambar pegunungan dan rerumpunan pohon kelapa.cantik!
Ini hanyalah contoh sederhana.bagaimana kita melihat fenomena out of box di sekitar kita?
Rasanya,tak ada yang tak tahu siapa itu Bondan Prakoso feat Fade To Black.mereka adalah contoh nyata penganut paham out of box.secara umum,suara Bondan adalah teen pop.sudah banyak penyanyi Indonesia yang piawai di genre itu.sebut saja Afghan,Marcel,Vidi Aldiano,Delon,Ihsan Tarore dan lain sebagainya.andaikan Bondan membuat album solo bergenre itu,maka ia akan menjadi one hit wonder.sekali terkenal,kemudian hilang sama sekali.sudah banyak contoh fenomena ini.
Sebagai langkah nyata out of box-nya,ia menggandeng Fade to Black yang menganut genre Hip Hop.kolaborasi teen pop dan hip hop ini menjadi karya yang sangat digemari anak muda masa kini karena keunikannya.
Sebagai buktinya,siapa yang tak hafal lirik lagu Ya Sudahlah??

Sekarang,saya ingin menantang anda.tolong buatkan saya patung dinosaurus dengan menggunakan lilin mainan/ was.syaratnya dalam waktu 10 menit.

Dimulai dari sekarang!!!

Apa??masih bingung bagaimana?
Anda masih in the box?

Jangan ya.amit amit dah.buat saja lingkaran semacam bola kasti.tidak usah diapa apain.kalau saya protes,bilang saja.''dinosaurus-nya kan belum netas.jadi masih di dalam telur''.
Kalau saya masih protes,oo ndak bisa begitu dong.katakan saja,''setiap orang punya kebebasan mengungkapkan ide''.

Bagaimana?
Siap untuk menjadi generasi out of box?