Blogger news

Pages

Jumat, 18 Desember 2009

al qolbu mutayyam

sejauh dan sebisa mungkin,aku ingin tidak membicarakan masalah cinta di sini.namun,saat aku mendengar shalawat berjudul al qolbu mutayyam,qolbuku akhirnya tergerak juga untuk membahasnya.
shalawat ini,sejujurnya,membuatku teringat dengan pesantrenku di purworejo dulu.entah saat ada gawe apa,atau khotmil quran,tempat itu pasti memutar lagu berbahasa arab ini.gemanya menembus cakrawala dan terdengar hingga kampung seberang.aku masih mengingatnya.hingga aku menulis catatan ini,shalawat ini masih berdendang mengisi sisa sore yg akan lenyap.
al qolbu mutayyam,berarti hati yg selalu terpaut (dengan sesuatu yg kita cintai).jadi,kalau kita menyayangi seseorang,hati kita pasti terkait dengannya.salah satu indikasinya,adalah bibir kita selalu menyebut namanya.entah dalam keadaan sadar atau tidak,maupun tak peduli di mana ia berada.mungkin ada yg bertanya?have you ever been like so??
aku hanya tersenyum.

Selasa, 15 Desember 2009

you're my weakness

ayahku memintaku untuk menahan emosiku.emosi marah atau menangis.anak laki-laki tidak boleh menangis.meskipun ia terjatuh dan berdarah.ayahku membiarkanku.aku bisa memahami bahasa ayah.beliau tidak ingin aku jadi anak yg manja.yg semuanya bergantung dg orang lain serta hidup berbekal aji mumpung.aku harus bangkit sendiri.betapapun beratnya itu.betapa sakitnya itu.
kemudian aku belajar berlari.bukan berlari dari kenyataan,karena ini sifat pengecut.berlari mengejar keinginanku.tak peduli peluh menetes dan wajahku memerah.melihatku,beliau berkata,'usahamu itu belum seberapa untuk mendapatkan asamu'
dan sekarang,ayahku pasti marah kepadaku jika beliau mengetahuinya.aku telah melanggar larangannya.aku sudah mengabaikan nasehatnya.itu semua sebab aku bukanlah anak kuat.anak yg berpura-pura bermata kering mengetahui ada makhluk di dunia ini yg tak tahu betapa berharganya dia di depan mataku.meski aku telah menerima dia apa adanya.tapi,aku hanya ingin dia tahu.tak apalah jika kami memutuskan untuk memilih jalan ini,salah satu dari kami harus pergi.

Minggu, 13 Desember 2009

accepted

"accepted"
diterima.kata ini sepertinya memiliki pengaruh yg besar.dengan kata ini pula,merupakan muara dari harapan-harapan manusia yg telah lama digantungkan.
cobalah kalian mengira-ira,jawaban apakah yg sekiranya tepat untuk sederetan pertanyaan di bawah ini
apa yg kita harapkan terhadap sederetan institusi pendidikan di mana nama kita sengaja kita masukkan sendiri demi jenjang lebih tinggi yg ingin kita tempati?
apa yg kita harapkan dari penyusunan judul,draft,tugas akhir di universitas?
apa yg kita harapkan pabila kita masih berhadapan dg seorang yg kita cintai,dan kita baru saja mengungkapkan isi hati kita yg terdalam?
apa yg kita harapkan jika kita mendatangi sekaligus mendiami tempat baru dg segala perihal yg masih hijau muda di hadapan kita?
apa yg kita harapkan bila kita akan meminang belahan hati kita setelah ada ikrar sehidup semati?
apa yg kita harapkan bila kita baru saja mengirimkan sepucuk surat ke sebuah badan usaha dan kita berasumsi,dg surat itulah masa depanku berada?
apa yg kita harapkan bila kematian telah menjemput kita,dan kita tinggal menunggu keputusan Tuhan,padahal kita menginginkan suatu tempat menakjubkan yg belum pernah kita lihat selama ini?
saya rasa,jawabannya sudah jelas..

Sabtu, 12 Desember 2009

agus hamid fauzi

teman terbaikku.
meski ia telah pergi untuk selamanya,aku akan selalu ingat kebaikan dan semangat hidupnya yg patut dicontoh.
ia mengajarkan kpdaku bagaimana tersenyum di saat senyum menjadi hal paling sulit karena suatu hal
ia mengajariku sepak bola.sebuah kejanggalan bahwa aku selalu gagal bermain bola.aku pun berdalih,'basket lebih baik,bro...'
ia mengajariku bgmna menundukkan pandangan di saat bertatap muka dg lawan jenis
ia mengajariku untuk datang lebih awal menjelang sholat jumat.karena ada pahala yg mengalir deras bagi siapapun yg melaksanakannya
ia mengajariku untuk berhenti menikmati kesenangan dunia secara berlebihan,dan menggantikannya dengan menyembah kepada-Nya
ia mengajariku untuk bekerja keras.jangan malu memegang sabit dan keranjang sampah di saat mereka mengelilingi kota dg sepeda motor bersama kekasih mereka
ia mengajariku menampar diriku sendiri,membuatku menangis di waktu dia telah mengkhatamkan Al Quran terlebih dahulu dibanding aku
ia mengajariku untuk jangan manja.melangkahlah menuju sekolah.karena,pencapaian luar biasa didapat dari pengorbanan yg luar biasa pula
namun,ia tak mengajariku bagaimana mempersiapkan diri untuk kehilangan sahabat terbaikku
ia tak mengajariku itu

Kamis, 10 Desember 2009

my great grandma

menerbitkan kepulan hangat padi dan daun teh sejak aku belajar berhitung
menggiring jajanan pasar beserta kentang dan lobak
menjadi guru untuk menegakkan hadits,kebersihan sebagian dari iman
meminta tolong dg bahasa terhalus yg telinga ini pernah mendengarkan
mengikhlaskan uangnya demi busana utk menghadap Sang Kuasa
beliau pun iba melihatku jatuh sakit...serta menangis melihatku berpamitan untuk belajar di kota orang
kata beliau,'seperti ditinggal mati cucu'...dan mata ini pun mendadak sembab
dan harapan terakhir beliau,aku janji akan mewujudkannya untuk nenek.nenekku yg terhebat!!!
:-)

my happy ending

aku memang pernah menjadikannya sebagai bagian dari hidupku.walau tidak sepenuhnya,aku gembira pernah memilikinya.meskipun pada akhirnya,aku kehilangan dia saat aku membutuhkannya,namun aku tetap bersyukur pernah mengenalnya.dan rasa syukur ini akhirnya mengobati rasa kehilangan yg kualami.
aku bertanya kepada Tuhan.mengapa Engkau mengambilnya?Dia tak menjawab.membiarkanku kebingungan.sedikit pun tak memberiku pertanda.semuanya blur.dan akhirnya,aku bertanya kepada salah satu makhluk ciptaan-Nya.ia menjawab,"Tuhan memang mengambil apa yg telah kita miliki.namun,percayalah,Ia pasti menggantinya dengan yg lebih baik"

(not) my happy ending

"i'm not crazy,i'm just little unwell"
aku adalah orang yg tak menentu.sebentar senang,sebentar marah.sebentar bersahabat,sebentar aneh.aku bukanlah gila.aku hanya merasa kurang sehat saja.sehat dalam arti luas.terkadang,aku ingin menetap di masa lalu.saat di mana aku bisa berkumpul dg orang-orang yg kucintai.termasuk saat bersama cinta pertamaku.momen puncakku sehingga aku berada di posisi tertinggi,penuh inspirasi.charged emotional.belum hilang dalam ingatanku.mulutku terbungkam.aliran darahku berhenti mengalir.tenggorokanku tercekat untuk melafalkan kata.mata coklatnya,menyimpan jawaban atas pertanyaan: di manakah kejujuran yg kuharapkn darinya berada.rambut coklatnya.kulit putihnya,memerah tersengat mentari waktu aku blingsatan akan memulai percakapan dengannya.dan aku menangkap bahasa yg dia ciptakan.terucap halus tak berserat.
hingga suatu malam,aku bertanya kepada Tuhan.benarkah dia orang yg tepat kuberikan predikat ini?di keesokan harinya,dia muncul dengan senyum mengembang di bibir merahnya.seolah dia mewakili Tuhan dlm menjawab pertanyaanku.aku begitu yakin.sangat yakin.
hingga ada sesuatu yg membuat keyakinanku runtuh sedikit demi sedikit.namun,bagiku,dia tetaplah malaikatku.malaikatku.malaikatku.apapun yg digariskan Tuhan,dia tetap menempati tempat terbaik dalam episode awal hidupku.dia tetaplah sahabatku.sahabat yg paling hebat!