Blogger news

Pages

Sabtu, 20 November 2010

Memoir,Here I Come


Lama betul aku absen dalam dunia tulis menulis.kini,mulai giatnya menulis cerpen,harus dibarengi dengan giatnya nulis skripsi dan memoir.okelah,hidup terlalu singkat jika dihabiskan hanya untuk berkeluh kesah.
Sejak dulu,apa yang aku inginkan sederhana.aku bisa menulis buku dan dibaca orang banyak.seperti Anne Frank (prestasinya memang menggiurkan untuk ditiru.kalau jalan hidupnya mah ogah).dan guru bahasa Inggrisku mengatakan bahwa aku sebaiknya membuat memoir saja.Laskar Pelangi adalah salah satu memoir rasa Bangka-Belitung yang kini menjadi terkenal di seluruh bumi Nusantara.padahal,di balik semua itu,tersimpan kenyataan pedih si penulis tentang potret pendidikan yang serba kekurangan di masa itu.
Dan aku percaya.semua orang pasti punya cerita.entah biasa entah unik.entah hambar entah mengagumkan.banyak sekali ide cerita yang tak sempat diutarakan,sehingga hilang dan lapuk oleh ingatan empunya.sedangkan aku tak mau ini terjadi padaku.semua harus tersimpan! kalau saja otakku tak muat menampung,memoir itulah yang harus jadi pelarianku.
Bahan cerita untuk anak cucuku kelak.cerita di saat semuanya telah berubah,jaman dan gaya hidup telah berubah.saat di mana cerita masa remajaku dianggap asing oleh generasi nanti.sebagaimana cerita jaman kependudukan Jepang dianggap asing oleh generasi sekarang.
Dan semua orang pasti punya cerita.semua ini tergantung pada bagaimana orang tersebut membukukannya dengan baik dan dikenang oleh orang lain karena memoir peninggalannya.
Banyak hal yang akan menjadi klasik di saat membuka halaman demi halaman.merasa klasik sebab kita tak mampu kembali di masa itu lagi,sedangkan masa itu adalah masa terindah dalam hidup kita.

Again Again Again

Anjing anjing itu menggonggong lagi.tepat lewat malam.
Gonggongannya menembus jarak puluhan kilometer di tengah keheningan malam yang beku.
Hanya suara jangkrik tanpa tenggeret.
Ya Allah,,,
aku memimpikanmu lagi.
Sungguh aku memimpikanmu lagi.
Melihatmu begitu dekat dan nyata,namun hilang seketika saat sepasang anjing itu menyalak.
Aku memimpikanmu lagi.suatu hal yang menjadi harapan terbesarku saat akan tidur,namun jadi penyesalan terbesarku saat aku terbangun.
Di antara gonggongan anjing pinggir sungai itulah,aku tertegun pada ini semua.aku tak tahu harus bersyukur atau menyesal bertemu denganmu tadi.
Sebab kau ternyata memang dua dimensi dalam imajinasiku.
Selamanya..

Untuk temanku yang tak tahu kini ada di mana.i hope you in God's protection always :)

Selasa, 16 November 2010

Lebah di Sarang Pencoleng


Nampak garang maupun lemah mendayu,mentari merusak kumpulan kumulunimbus.menyusup,memecah butiran es,menyerap kabut bergelayut dan membunyikan tenggaret di ujung bukit.
Dedaunan itu tak mau berguguran.akan hanya tetap mencengkeram dahan yang kuning menua.memaksa terikat meski angin menghajarnya.tak hanya sekali.dua kali.tiga kali maupun ratusan kali.
Para pencoleng pun telah bertobat di balik tembok berlumut.mereka mendendangkan harokat harokat buta.menyepuh wajah mereka dengan warna kuning.berbaur pendaran sinar orange menampak keremangan.mereka merasa lapuk menyelundup tiap kamar dan bilik jendela.menjebol tudung saji atau merasuki lubang kuningan tembaga.
Sang penjelajah malam pun tak mau berbalik ke belakang.memodifikasi ujung celana mereka dengan rendaan motif kotak melingkar tak berujung.menundukkan pandangan mereka meskipun mereka laki laki.memanjangkan pakaian mereka walaupun mereka laki laki,serta merapikan juntaian rambut mereka dari dahi.mereka lalu bersinar dalam kepucatan.
Lebah itu berteriak bahkan tertawa.aku mengenal suaranya,bahkan bahasanya.berbaur dengan para pencoleng dan para pejalan malam,serta manusia yang kerasukan roh malaikat.lebah kian berdengung dan menyalak.kepakan dua pasang sayapnya begitu aku kenal.serta ia memuji-Nya dengan caranya.ia mengagumi ciptaan-Nya,juga dengan caranya sendiri.
Mulutku hanya diam.memecah mozaik ciptaannya yang disebarkan ke dunia sekitar untuk diterjemahkan.rupanya,mempelajari mozaik itu tak semudah mempelajari bahasanya.ia tak menghinaku karena itu.tak lain dan tak bukan hanya diam dengan sedikit calon dengungan tak terpatahkan.lebah itu di antara pencoleng dan para makhluk yang kesurupan roh.
Lebah pun raib secara gaib.meninggalkan jejak di hari kemerdekaan yang begitu dikenang.tiada lagi dengungannya maupun celotehannya dengan bahasanya.bahasa yang hanya bisa kupahami,tak seorangpun di dunia yang sanggup.aku yakin itu!
Lebah di antara bajingan bajingan malam yang telah bertobat.dia pun terbang bebas dengan arah tentuannya.tak bercakap,tak berijin,tak bersenyawa,dan tak berdengung.
Lebah tersebut telah kehilangan dengungannya.untunglah tintaku telah merendam dengungannya.tak apalah aku menjadi kuli tintanya,karena aku begitu menikmatinya.
Lebah itu pun terbang menuju matahari terbenam

Senin, 15 November 2010

Grattis På Födelsedag


Dulu,kita memang sering bertengkar.
Marah marahan hanya karena hal sepele.
Uniknya,beberapa menit kemudian,kita akrab kembali.kita mau makan di satu meja lagi.
Dulu,kita sering berlari lari,melewati sawah,hujan hujanan bareng,mencari keong,membakar ketela pohon,mencuri rambutan tetangga,membeli sesuatu bersama sama ke warung,bermain di kali,mendirikan tenda di depan rumah sampai kita diganggu hantu.
Entahlah,semuanya cepat berlalu.
Tapi,semua itu rasanya baru kemarin,hanya saja sekarang sudah tak bisa kita melakukannya lagi.
Kita sudah dewasa.tak boleh menangis lagi.tak boleh marah marah lagi.
Dan...kita harus bersama sama mengarungi samudera dunia dengan kekuatan yang kita miliki.
Kemarin,aku menapak jenjang menuju kedewasaan.kini,giliranmu: Grattis På Födelsedag.selamat ulang tahun adikku.
Aku tahu ini teramat sederhana.tapi,aku cuma ingin kamu tahu kalau kamu tak bisa tergantikan oleh apapun.
Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kenikmatan-Nya kepadamu.selamanya.
Selamat ulang tahun,adik.everybody loves you.
with xoxo

Minggu, 14 November 2010

Satu Doa


''berusahalah.meskipun kekuatan kita hanya sebatas lambaian tangan,namun dengan lambaian itulah kita bisa menghentikan bus raksasa.dan ia pun berhenti untuk kita.maka berusahalah''

Bagiku,hal yang menarik adalah menulis.tak peduli bagaimanapun hasilnya itu.tak peduli orang menganggap apa profesi menulis itu.tak peduli bagaimana masa depan penulis itu.aku nyaman dengan diriku sendiri,walaupun terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain.daripada dipuja dan disanjung sanjung oleh orang lain,tapi aku bukan menjadi diriku sendiri.

Dalam hidupku,menulis adalah sesuatu yang kuyakini dapat membuatku tampak jauh lebih muda dibanding teman yang selalu mengolok olok hobiku ini.dan aku sangat bersyukur dengan bakatku ini.
Rencana jangka menengahku adalah,aku ingin membuat antologi cerpen ciptaanku sendiri.entah berapa buah cerpen yang akan kujilid nanti.mungkin antara sepuluh hingga lima belas buah.sedangkan hanya 4 buah yang sudah aku selesaikan.satu di antaranya,telah berhasil menjadi sepuluh besar lomba penulisan cerpen favorit se-Jawa Tengah yang diselenggarakan universitasku.cerpenku itu berjudul ''Senja di Sangkar Merpati'',sebuah ironi tentang kesederhanaan yang masih menyisakan celah kebahagiaan bagi sebuah keluarga.
Baru baru ini,aku mendapat sebuah ide.sederhana sebenarnya.tentang saudara kembar yang saling mendoakan sesamanya.ditinjau latar belakang mereka,mereka akrab sejak masih bayi.bahkan kebiasaan mereka mengejar bulan purnama untuk berdoa di bawahnya,mengundang anggapan syirik saat sikap keduanya itu diketahui teman teman pesantren.padahal,mereka berdoa hanya kepada Tuhan.berdasarkan niat.bukan meminta bantuan kepada bulan purnama atau makhluk selain Allah.
Doa mereka selalu terkabul.(hati mereka bersih menjadi salah satu alasannya).namun tak jarang pula doa mereka tak didengar Allah kalau mereka berdoa seraya berencana berbuat maksiat.bukankah Allah mengetahui apa yang kita tampakkan maupun yang disembunyikan?
Cerita ini aku tutup dengan satu doa yang dikabulkan pada saat yang tidak tepat.hingga salah satu dari mereka menyesalinya.
Antologi ini mungkin kuberi nama Satu Doa.sebuah judul yang mengingatkan kepada kita semua bahwa setiap ucapan adalah doa.kita tak tahu kapan doa kita terkabul.namun,tak lepas dari semua itu,berusaha sebisa mungkin agar doa yang kita ucapkan mengandung kebaikan untuk kita sendiri dan tentunya untuk sesama.

Selasa, 09 November 2010

Try To Be Chinese!

Malam ini perutku tiba tiba bermain musik country.hawa dingin membuat banyak energi berupa kalor dari tubuh dilepas agar tetap menghangatkan badan.hasilnya,kaloripun cepat terkuras.bahasa awamnya lapar.karena di rumah sedang tak masak (mbah lagi mogok) aku akhirnya keluar untuk beli makan.tujuanku adalah penjual rames di sebelah utara buh pandekluwih.selain masakannya enak,memang hanya ini aku sering berlangganan.sesampainya di sana,aku kebingungan: kok penjualnya ga ada?clingak clinguk koyo kethek ditulup.tiba tiba ada seorang laki laki seumuran SMA mendatangiku dan menanyaiku,aku mau pesan apa.otomatis aku bilang saja aku memesan rames dan tongkol.dia pun segera meraciknya dengan cekatan.dalam hatiku,yang benar saja.laki laki setampan dia mau mengerjakan pekerjaan menjual rames yang biasanya dilayani bapak tua itu.penampilannya keren.baju lengan panjang plus celana jean stylish,lengkap dengan ponsel Nokia touchscreen berbasis Symbian.beda jauh dengan perawakan bapak tua itu yang nampak sederhana.
Di sisi lain,ada seorang perempuan yang sedang sibuk mencuci piring dan gelas di sebelah gerobak rames itu.lagi lagi,aku dibuatnya tak percaya.mayoritas laki laki pasti setuju denganku kalau dia itu sangat cantik.namun,mengapa dia mau mengerjakan tugas mencuci piring itu?bukankah ada pembantu yang siap melakukannya?kulihat,di tangan dan lehernya berkilau emas.sedangkan kedua telinganya disumpal headset.ia pasti menikmati pekerjaan itu.dan pastinya lagi,ia bukan 'pembantu biasa'.
Dan aku masih heran sampai sekarang...
Kata guruku,dalam masalah semangat kerja,tirulah orang Cina.mereka tak mau senang senang sebelum benar benar sukses.beda dengan orang Jawa yang suka mengumbar kesuksesan (meski dalam point lain,itu baik).misalnya mendapatkan uang banyak.kalau orang Cina,mereka menabungnya dan tak akan bersenang senang dengannya sampai kaya.bedanya,orang Jawa 'gatel' pengen nraktir teman teman sampai puas.habis itu puasa berapa hari.
Inilah perbedaan mendasar yang tiba tiba muncul di otakku sejak melihat mereka berdua.ganteng dan cantik,namun tak mengenal kata menyerah dalam berusaha keras.salut!

Senin, 08 November 2010

Merapi Catastrophe

Jumat,5 November 2010 nampaknya menjadi letusan salah satu gunung berapi teraktif di dunia,Merapi.letusan itu sekaligus diestimasikan oleh para vulkanologi sebagai letusan terdahsyat sejak 1 abad terakhir.nyata saja.abu vulkanik gunung yang tingginya tak sampai 3 km ini sampai ke banyumas.bahkan berita online menyebutkan debu tersebut terbang sampai Bandung dan sebagian wilayah Jawa Barat lainnya.
Hari itu,aku sengaja pulang untuk memastikan keadaan rumah baik baik saja.di perjalanan,aku sudah tak terperanjat lagi dengan abu yang jumlahnya mencapai jutaan kubik menutupi badan jalan raya,atap rumah,gedung gedung dan menghancurkan sebagian besar pepohonan.hampir semua orang di dalam bus memakai masker.kata sms yang dikirimkan secara beruntun,debu vulkanik itu kalau diamati melalui mikroskop,maka akan nampak seperti benda yang ujungnya runcing.kalau masuk ke mata,akan merusak kornea dan jika terhirup dalam jumlah yang banyak,akan melukai organ pernapasan karena bergesekan dengan paru paru.siapa pula yang tak miris mendengarnya?
2 hari di Purworejo,membuatku mengambil kesimpulan kalau kota ini keadaannya memang lebih parah dibanding Yogyakarta.hal ini disebabkan tiupan arah angin yang mayoritas berhembus ke arah barat.sehingga kota yang memperoleh imbas terbesar dari gempuran abu vulkanik ini adalah Magelang dan Purworejo,kota kota terdekat yang berada tepat di sebelah barat Yogya.bahkan di Muntilan,sudah jarang dijumpai pohon hidup.semuanya layu dihajar Merapi.
Ada hal yang aku sesalkan tentang kotaku ini sejak perjalanan 2 hariku kemarin.sejak hari pertama kejadian dan hari hari selanjutnya,pemerintah daerah sepertinya adem ayem terhadap kondisi masyarakat sekitar.mereka seolah tak responsif kepada masyarakat yang bisa jadi belum semuanya sudah siaga bencana,terutama masyarakat pedesaan.malah,masyarakatlah yang berinisiatif membersihkan jalan jalan dengan pompa air,sekop,sapu dll agar abu tersebut tak mengganggu pengguna jalan.semua ini mereka lakukan secara swadaya tanpa bantuan pemerintah sedikitpun.sebagian dari mereka membeli masker di apotek kemudian dijual kembali ke masyarakat yang membutuhkan.masyarakatlah yang bergerak.masyarakatlah yang berpikir kreatif.aku bangga dengan masyarakat Purworejo yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kekeluargaan.
Nah,di manakah peran pemerintah daerah?hanya dekat dengan masyarakat saja kalau akan ada pemilihan kepala daerah?dekat kalau Purworejo sedang aman aman saja?dekat kalau ada maunya?
Itulah mengapa banyak dari masyarakat yang mulai krisis kepercayaan terhadap pejabat tinggi negara,terutama pemerintah daerah.