Blogger news

Pages

Senin, 22 Februari 2010

Si Mbok

Ada saja orang yang terkagum kagum dengan penyanyi,pemain musik,pemain olahraga,pelukis,aktor,aktris dan profesi lainnya.padahal,idola mereka sendiri memiliki sisi buruk yang lebih banyak dibanding sisi positifnya.mereka hanya memiliki satu keahlian,dan di balik itu,mereka terlibat narkoba,main dengan lawan jenis tanpa mengindahkan larangan agama,hedonistik,egoisme,konsumerisme,kehidupan glamour,dll.meski tak semuanya,namun fenomena ini memang benar adanya dan sudah banyak bukti dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagiku,aku masih jauh lebih terkesan dengan orang orang tua jaman dahulu,seperti nenek atau kakek.aku menulis ini sebab terinspirasi oleh kejadian yang baru saja kualami.sekitar jam 6 pagi tadi,ketika aku duduk di serambi rumah,aku melihat seorang nenek sedang mengepel teras rumahnya dengan gerakan yang amat gesit.kegesitannya bisa jadi melebihi keterampilan anak muda dalam melakukan pekerjaan itu.aku sempat terheran heran,mengapa orang orang jaman dulu sangat rajin dibanding orang jaman sekarang?
Aku jadi teringat dengan Mbok,ibu dari ibu kandungku,namun aku menyebutnya demikian.ketika beliau masih sugeng di rumahnya di daerah pedesaan,beliau selalu menyapu lantai dalam rumah,menyapu halaman rumah,membersihkan dinding rumah,menata tempat tidur yang aku gunakan semalam dan mencuci perabot dapur.semuanya seolah akan beres olehnya tanpa memerlukan pembantu rumah tangga.akan tetapi,apa yang terjadi dengan generasi penerusnya?setelah Mbok tiada,anak terkecil bersama menantunya,sama sekali tak mengindahkan apa yang namanya kebersihan dan kerapian.rumah peninggalan Mbok kini terkesan kotor dan tak terawat.aku menjadi merasa prihatin.
Seperti inilah bentuk kemunduran jaman.teknologi boleh saja maju.tapi pencipta teknologi itu semakin menunjukkan keterbelakangan etika yang semakin menjadi jadi di setiap harinya.termasuk sikap dan sopan santun yang sudah tidak dijunjung tinggi lagi oleh anak muda dengan dalih ketinggalan jaman dan nggak update dengan modernitas.
Inilah bentuk jaman yang semakin tua.kalau kita tidak kembali kepada ajaran budi pekerti dan tanggap terhadap kebersihan serta estetika lingkungan hidup.lalu siapa lagi yang mau peduli?

Sabtu, 20 Februari 2010

TPQ, oh TPQ

Anak kecil memang ribut,atraktif,sulit diatur,malah ada yang hiperaktif.aku sudah tahu teori ini.juga telah membuktikannya saat mengajar TPQ di pesantren.awalnya,kemarahanku seolah melebihi standar dan siap untuk ditumpahkan kepada mereka.akan tetapi,mereka adalah makhluk yang tak berdosa.lagipula mereka belum mampu membedakan antara yang baik dengan yang buruk.jika aku memarahi mereka,maka justru aku lah yang berdosa.sudah buang buang energi,berdosa pula.sehingga,benar kata orang,mengurus dan mendidik anak kecil,TPQ pada khususnya,memang membutuhkan kesabaran.
Dan kurasakan manfaat dari keberadaanku di pesantren.pengalaman mengajar TPQ di pesantren akhirnya bermanfaat juga di sini,di tempat aku KKN.
Aku mendapat program kerja untuk mengajar iqro' dan bahasa inggris.bersama dengan teman teman KKN yang lain.mereka ternyata senang dengan cara mengajarku.tak lupa,untuk membuat suasana makin meriah di akhir pelajaran,aku mengadakan kuis berhadiah.siapa yang bisa menjawab pertanyaan,dialah yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut.
Tak hanya itu,setiap hari Selasa,Jumat,dan Minggu,aku mengadakan kelompok belajar bersama di posko KKN.program ini diadakan untuk membantu mereka yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas sekolah,menanyakan hal hal sulit atau sharing pengetahuan maupun pengalaman.
Baru aku menyadari bahwasanya anak anak Indonesia memang cerdas.ada seorang anak MTs bernama Ahmad Rifa'i.dia akrab denganku karena dia selalu mengikuti pengajian ba'da Maghrib.aku pernah bertanya kepada mereka."kalian mau diberi apa?".Fa'i,begitulah sapaan akrabnya menjawab,'ingin diberi ilmu,kak'.
Betapa luar biasanya jawaban mereka.aku jadi teringat akan pepatah Inggris,million miles journey starts from one step.dan mereka tak salah dengan langkah hebat itu yang dinamakan semangat untuk belajar.
Maju terus pendidikan Indonesia.

Kamis, 18 Februari 2010

Perempuan Itu...

Perempuan itu...
Aku tahu dia siapa.tentang nama lengkapnya,maupun wajahnya.
Perempuan itu masih memakai sepeda demi menghubungkan pesantren dan kampus.
Hijabnya menutup halus dan sesekali ia benahi.
Perempuan itu,hanya senyum yang ia berikan.dan senyumku untuk perempuan itu.
Siang tadi,aku berpapasan dengannya.ia masih sama seperti yang dulu.
Menggetarkan hatiku ketika senyum manisnya ditangkap sepasang mataku.
Mataku tak bisa berbohong bahwa dia layaknya malaikat yang dikirimkan Tuhan di penghujung tahunku ini.
Perempuan itu,aku takut kepadanya andai suatu saat nanti aku menyakitinya.
Dia terlalu indah untuk mengalaminya.
Perempuan itu,barangkali ia takkan tahu bahwa aku ingin mengatakan kepadanya sesuatu.
Terima kasih kau telah datang untuk kehidupanku.
Meski sedikit terlambat,namun aku masih menghargainya.
Terima kasih atas keindahan yang kau bawa untukku.aku takkan melupakan senyuman itu.
Mustahil manusia memilikinya.
Malaikatlah yang mempunyainya.
Perempuan itu,dialah malaikatku.malaikat yang mempesona,sebab Tuhan-lah yang menitipkan segala keindahan dan keanggunan kepadanya.
Jaga dia,ya Tuhan.innaka waliyyun kariim...

Recharged

Ada salah seorang alumni Al Amin berkata kepadaku melalui Facebook,"Gus,sumpah.aku kangen banget sama kehidupan pesantren.aku ingin ngaji lagi seperti dulu".aku tersenyum simpul membaca komentarnya sekaligus sedikit berpikir kritis.apa betul kalimat itu sampai segitunya?bukankah di pesantren dulu,banyak sekali 'kenangan kenangan pahit' yang dialami?sering dikejar kejar untuk ngaji?dipaksa bangun di sepertiga malam terakhir untuk sholat tahajjud dan sholat subuh berjamaah?tidak bisa berkeliaran bebas di malam hari seperti anak kos?kewajiban yang banyak dalam hal menghafal materi bahasa Arab dan menghafal Al Quran?dan beban beban lainnya?akan tetapi,mengapa banyak alumni mengatakan mereka merindukan masa masa di penjara suci seperti dulu kala?apa mereka berkata dengan sesungguhnya alias tidak bohong?
Aku menulis blog ini di hari ke-25 KKN yang telah kujalani.sekarang baru aku sadari dan rasakan,kalau hatiku mulai mengerang rindu sebagaimana yang para alumni itu keluhkan.aku merindukan saat saat di pesantren.merindukan untuk menjadi santri untuk yang kedua kalinya,karena seolah olah,aku sudah bukan lagi anggota dari lembaga dakwah Islam terbesar di Jawa ini.untuk mengobati rasa rindu itulah.dengan dalih membayar SPP dan mengumpulkan berkas beasiswa,aku akhirnya melabuhkan kakiku ke pesantren itu.bertemu wajah wajah lama yang selalu riang menyambut kedatanganku.barangkali mereka merindukan ocehanku juga.kamar yang sepi dari protesku gara gara asap rokok dan abunya yang bertebaran di mana mana saat aku tak ada di sana.atau mereka mungkin kehilangan sosok yang selalu membuat mereka jengkel atau tertawa selama aku pergi.aku lihat itu semua pada wajah wajah mereka.aku melihatnya.
Semalam menginap di pesantren,sejujurnya tidak cukup untuk memuaskanku.satu hal yang belum terobati: aku belum sampai ngaji setoran ke abah.padahal,inilah inti dari keberadaan kami semua di pesantren.namun,tugas KKN masih tersisa,menunggu diselesaikan.aku pun berpamitan dengan mereka.salah seorang dari mereka nyeletuk dan mengajak teman teman yang lain,"Heh...main ke posko KKN nya Agus yuk".aku pun ikut gembira dengan ajakan itu.firasatku benar,mereka adalah teman teman terbaikku.
Terima kasih kepada Agus Samsul Ma'arif,Whidi Prasojo,Andi Suswanto,Ibnu Muttaqin dan Ahmad Najib karena kalian telah mengantarkanku sampai ke posko KKN dan berbicara banyak dengan kalian termasuk mengomentari rumah induk semangku.terima kasih.kalian telah berhasil membuktikan bahwa persahabatan kita adalah sejati.tak tergoyahkan.

Selasa, 16 Februari 2010

Boy,Don't Cry

Rumah induk semangku hanya terdiri dari 3 orang,sebelum kedatangan mahasiswa KKN.letaknya tak jauh dari Jalan Raya Margasana dan SDN Margasana.tak heran kalau setiap hari anak-anak SD terlihat berangkat melewati jalan desa depan rumah.kalau hujan tiba,hampir jalan beraspal penuh lubang itu tenggelam oleh genangan air.bahkan suatu hari pernah air hujan hampir memasuki teras rumah,akibat drainase desa yang buruk.
Pak Amin,kepala dusun (bau,istilah pedesaannya),mbak Anna (istrinya pak bau) dan Fa'i.anak berumur 3 tahun ini senang banget menangis.sedikit sedikit nangis,kepentok meja nangis,jatuh dari sepeda nangis.bahkan aku menulis catatan ini gara gara tidurku terjaga sebab tangisan Fa'i yang keras melengking.awalnya,sempat dongkol juga karena sebelumnya,belum pernah ada kejadian tidur siangku terganggu gara gara tangisan balita.tapi,aku tahu,kedongkolanku ini tak akan menyelesaikan masalah.
Dipikir pikir,pak bau sangat sibuk bekerja sebagai PNS di siang hari,sedangkan bu bau sibuk kuliah di siang hari juga.si Fa'i biasanya dititipkan oleh saudaranya yang tinggal di RT sebelah.
Sehingga,menilik sebabnya,anak kecil itu kekurangan kasih sayang dari orang tua.bisa jadi demikian.memang,di malam hari, kedua orang tuanya punya waktu luang untuknya.akan tetapi,bukankah di siang hari ia lebih memerlukan keberadaan keduanya?
Semoga saja,kita punya cukup waktu untuk anak-anak kita nanti.dan jangan sampai mereka menangis akibat hanya kesibukan kita sebagai orang tuanya.jangan sampai.

What They're Thinkin' Of?

Bohong besar jika aku berkata tak menggandrungi facebook.garapan Mark Zuckerberg ini memang satu satunya social networking yang selalu aku cek setiap menit.terdengar berlebihan memang,tapi beginilah adanya.terus terang,aku memanfaatkan facebook untuk stay connected pada dunia luar di saat aku terisolasi di tempat KKN seperti ini.manfaat sampingannya,berkenalan dengan orang orang luar negeri termasuk bahasa bahasa mereka.sejauh ini,aku mengenal setidaknya 3 bahasa yang sering mereka gunakan dan muncul di home-ku,yaitu bahasa Spanyol,bahasa Hrvatski (bahasa resmi Kroasia dan negara Mediterania,pecahan Serbia-Herzegovina),dan bahasa Ibrani (bahasa kaum Yahudi).
Manfaatnya bisa kurasakan sejauh ini dan aku memang tertarik di bidang linguistik.akan tetapi,aku juga tak bisa memaksakan kesukaanku ini pada setiap orang.agar mereka juga mau mendapatkan apa yang aku dapatkan.karena mereka juga memiliki interest yang berbeda beda.tapi,kenyataan di dunia nyata sungguh membuatku geleng geleng kepala.banyak stasiun televisi kita memberitakan kasus remaja bahkan mahasiswi diculik gara gara mereka ingin bertemu dengan teman facebooknya.padahal,teman facebooknya itu jelas jelas orang asing yang belum bisa dipertanggungjawabkan sikapnya.tak habis pikir.apa sih yang ada di otak mereka?hanya nafsu ingin bertemu dengan calon pacar,karena kegantengannya?karena bujuk rayunya dalam wall atau messi messi yang dikirimkan untuk mereka?
Pantas saja Indonesia tak pernah maju.generasi muda-mudanya pada bego dan tidak bisa mengambil sisi positif perkembangan teknologi.justru diperdaya oleh teknologi itu sendiri.what a pity they are.
Mayoritas,mereka pasti mengakses facebook melalui opera mini.anehnya,9 icon di opera mini,hanya facebook yang mereka buka.icon seperti blogger.com, kompas.com, detik.com, billboard.com dan situs warta berita lainnya tidak mereka buka.tak ayal,para remaja jaman sekarang tak peka dengan lingkungan sekitar karena mereka sendiri tak tahu apa yang terjadi di masyarakat.
Begitu juga dengan kebiasaan menulis mereka.sangat jarang siswa atau mahasiswa yang menyempatkan diri menulis blog setelah sibuk berfacebook ria.itulah mengapa kemampuan menulis mereka semakin berkurang.jadi,aku tak heran banyak temanku yang berkoar-koar di facebook kalau mereka kesulitan menulis skripsi karena tak bisa menulis.
Aku sendiri,masih kuakui banyak kekurangan di sana sini.oleh karena itu,alangkah bijaknya kalau memanfaatkan teknologi sebaik dan semaksimal mungkin.c'mon!!!situs di dunia ini tidak hanya facebook saja.
Banyak sekali situs yang menawarkan pengembangan kepribadian,kemampuan kita di segala bidang maupun situs yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang menunjang studi kita.
Kesimpulannya sangat mudah,orang yang beranggapan bahwa mengakses facebook adalah orang gaul,sesungguhnya dialah orang paling katrok di dunia ini.kesimpulan yang singkat dan mudah diingat.

Minggu, 14 Februari 2010

Personal Attractness

Sebagian dari kita mungkin bosan dengan ungkapan 'jangan liat buku dari covernya doang'.pepatah ini berarti,jangan menilai orang lain dari luarnya saja.namun,telusurilah lebih jauh sikap dan perilakunya.siapa tahu ia memiliki tingkah laku yang terpuji meskipun secara fisik ia memiliki kekurangan.aku setuju dengan ungkapan ini.banyak orang yang berpenampilan menarik,ternyata ia malah penipu,perampok,pemerkosa,atau jabatan penjahat lainnya.begitu pula sebaliknya,banyak orang yang tampil sederhana.apa adanya,ternyata ia memiliki hati yang lebih kemilau dibanding berlian.kita harus pandai menilai orang lain dalam jangka waktu tertentu.janganlah menghakimi orang ketika pertama kali bertemu dengan orang itu.'pelanggaran' terhadap 'peraturan' ini mengakibatkan rasa penyesalan sebab salah menilai orang lain.apakah anda pernah merasakan ini sebelumnya?
Makna lain yang terkandung dalam pepatah di atas yaitu bersikaplah hati-hati terhadap orang lain.hati-hati di sini bukan berarti sikap penuh curiga dan tak percaya.tapi,berjaga jaga terhadap kejadian yang tak diinginkan dengan mempertimbangkan sikap yang akan kita tempuh dalam bergaul dengan orang lain.
Nah,lalu bagaimana dengan pengecualian yang ada di balik ungkapan tadi?maksudnya?ya...sederhana saja.orang berpenampilan menarik ternyata berkepribadian memukau,sedangkan orang berpenampilan berantakan ternyata berkepribadian setan.beruntunglah anda jika berjumpa orang golongan pertama.lalu bagaimana dengan golongan kedua?
Aku tak mau menyebut ini sebagai kesialanku.namun lebih menyebutnya sebagai ujian agar melatih kesabaranku sekaligus memahami lebih jauh bahwa hidup di masyarakat ternyata sangat bervariasi spesiesnya.adalah teman sekamarku di KKN.Inisialnya U.sesungguhnya,aku tak ingin berhenti tertawa terbahak bahak mendengar namanya.bukan karena saking jeleknya.tapi nama itu tersematkan seolah tak ada lagi nama baik di dunia ini dan nama tersebut mengingatkan kita pada dunia perjudian (kok bisa?jika anda cerdik,tentunya bisa ditebak jawabannya).orangnya berbadan besar dan berkulit hitam.tidurnya ngorok dan kadang menggeretakkan giginya.beberapa hal yang tak kusuka darinya yaitu dia sulit diajak kerja sama dalam tim,mementingkan merokok dibanding kepentingan menjalankan proker,menyepelekan ibadah sholat,berantakan,suka menguasai tempat tidur,suka sewotan kalau aku berbicara dengan rekan perempuan,dan inilah yang paling memalukan.ia tak bisa berbicara dengan lancar.mahasiswa?iya lah.masa playgroup?
Aku sejujurnya malu berada satu tim dengan dia.dia memang memiliki kecakapan dalam bidang angkut mengangkut,namun untuk publikasi saja gambarnya pada gelap dan blur tidak karuan.apalagi saat mengisi acara di pertemuan warga.ngomongnya yang terbata bata membuatku malu setengah mati karena kekatrokannya itu.mateng aku punya teman macam dia!
Lalu,apa yang bisa kusimpulkan dari tulisanku ini?
Apapun alasannya,hati tetap nomor satu.titik.tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi semua orang,entah yang keren atau yang kacau.jangan sampai deh orang keren berperilaku seperti berandalan tak terpelajar.apalagi orang katrok berperilaku ndeso,urakan,moto wadonan,bisanya cuma makan dan memarahi.huh...ke laut aja sono.minta ikan hiu melalapmu mentah mentah!
Menyesal punya teman seperti itu?sejujurnya iya.tapi kita ambil sisi positifnya saja.minimal,blog tentang bad man in bad appearance sudah tercipta seperti ini.jangan lelah belajar ilmu sosial.karena ilmu ini lebih berwarna dan satu satunya ilmu yang dapat membuat kita menggeleng gelengkan kepala sekaligus berkata 'oalaaaah...ternyata ada juga ya orang semacam ini?'